Cara Membeli Apartemen Seken dan Apartemen Baru
Apartemen (Foto: apartemen)

INAPEX.co.id, – Untuk membeli unit hunian rumah maupun apartemen, baik itu seken atau baru, ada sejumlah cara yang dapat konsumen tempuh. Kelebihan membeli hunian seken adalah propertinya sudah jadi hingga legalitasnya lebih jelas dan tentu saja bisa langsung dihuni.

Untuk apartemen seken, konsumen mesti memberikan perhatian lebih sebab jumlah unit apartemennya sangat banyak hingga mesti lebih memerhatikan kelayakan unit maupun fasilitas di dalam kompleks apartemen yang dipilih.

Pastikan unit yang dibeli dilaksanakan secara sah dan legal untuk meminimalisir efek kerugian di kemudian hari.

Setidaknya ada 6 langkah yang mesti diperhatikan supaya apartemen seken yang dibeli tak menyulitkan Anda di kemudian hari, terutama untuk pembelian dengan skema ambil alih kredit (take over) dari pemilik lama dilanjutkan oleh Anda.

Berikut 6 langkah yang mesti diperhatikan:

  1. Cek dengan teliti unit apartemen khususnya lingkungan, fasilitas, dan hal lainnya yang akan diperoleh dan digunakan.
  2. Perhitungkan total transaksi seperti nilai jual unit apartemen, besarnya saldo hutang pokok, dan besaran cicilan kredit yang masih harus dibayarkan ke bank.
  3. Ketahui riwayat pembayaran pemilik lama.
  4. Teliti keabsahan dan kelengkapan dokumen terutama sertifikat unit apartemen yang akan dibeli.
  5. Perhatikan kemudahan cara bayar terutama program cicilan ke bank atau kreditur lain yang ditunjuk.
  6. Jalankan proses alih kredit maupun penyerahan unit secara legal di depan notaris dan pemilik unit.

Selain itu untuk konsumen yang hendak membeli apartemen baru, ada 5 syarat yang dapat dijadikan patokan dalam kesiapan membeli unit tersebut. 5 syarat tersebut yakni:

  1. Bebas utang

Jangan sampai masalah dengan kartu kredit menyulitkan Anda saat mengambil pinjaman KPA dari bank. Jika mempunyai utang pastikan jumlahnya tak melebihi sepertiga penghasilan yang dapat Anda setorkan untuk cicilan KPA.

2. Siap uang muka (depe)

Untuk membeli unit apartemen setidaknya mesti tersedia uang muka atau depe 20 persen. Pembayaran uang muka biasanya bisa diangsur selama periode tertentu, misalnya 24 – 36 kali. Selama menyicil uang muka tersebut pembangunannya diprediksi telah selesai hingga pembayarannya bisa diteruskan dengan sistem KPA.

3. Siap mandiri

Tiap orang pada waktunya ingin tinggal di hunian milik sendiri dan tak berpikir untuk selalu menumpang maupun mengontrak. Jika keinginan untuk mandiri sudah kuat, secepatnya ambil langkah untuk membeli unit properti hunian.

4. Catatan kredit bagus

Catatan kredit Anda mesti bagus sebagai syarat bisa mengambil pinjaman dari bank. Ada baiknya tidak menggunakan kartu kredit jika tidak bisa menahan diri untuk membeli barang apapun. Jika terlanjur memiliki sebaiknya ditutup atau digunting.

5. Tabungan cadangan

Tabungan cadangan ini dimaksudkan saat membutuhkan berbagai biaya tak terduga ketika membeli properti dan nantinya melakukan renovasi maupun membeli kebutuhan isi rumah.

(he)