Ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Triwulan I (periode Januari-Maret) Tahun 2018 mencapai angka sebesar Rp 185,3 triliun, meningkat 11,8%.

Bahkan realesasi investasi tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun. Apalagi, realisasi investasi tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja Indonesia hingga 201.239 orang.

Kepala BKPM, Thomas Lembong menjelaskan, pencapaian realisasi investasi triwulan pertama itu memberikan harapan untuk pencapaian target investasi tahun 2018.

Kendati demikian, pemerintah telah menetapkan sebesar Rp 765,0 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada level kisaran 5,4%.

“Dalam mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang bertujuan untuk mendukung kemudahan berusaha melalui penyederhanaan prosedur perizinan TKA (yang tetap harus memenuhi kualifikasi persyaratan) dan mempercepat layanan izin TKA yang diperbolehkan bekerja di Indonesia, sehingga penyelesaian konstruksi dan operasi produksi proyek investasi dapat segera terwujud,” ujar Tom Lembong melalui keterangan resminya, baru-baru ini.

“Di samping itu, penyederhanaan perizinan berusaha kebijakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017, diprediksi bakal bisa mengakselerasi peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Untuk itu, kesamaan persepsi dan kesamaan langkah semua instansi terkait di pusat dan daerah sangat diperlukan dalam mengimplementasikan kemudahan perizinan berusaha tersebut,” jelasnya.

Selama Triwulan I Tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 76,4 triliun, naik 11,0% dari Rp 68,8 triliun pada periode yang sama tahun 2017, dan PMA sebesar Rp 108,9 triliun, naik 12,4% dari Rp 97,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

BKPM juga membukukan, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 37,0 triliun, 19,9 %); DKI Jakarta (Rp 28,9 triliun, 15,6%); Jawa Tengah (Rp 16,1 triliun, 8,7%); Banten (Rp 15,5 triliun, 8,4%); dan Riau (Rp 9,1 triliun, 4,9%).

Kemudian, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 27,6 triliun, 14,9%); Industri Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 22,7 triliun, 12,3%); Listrik, Gas, dan Air (Rp 19,3 triliun, 10,4%); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 17,9 triliun, 9,6%), serta Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 14,7 triliun, 7,9%).

Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura (US$ 2,6 miliar, 32,6%); Jepang (US$ 1,4 miliar, 16,7%); Korea Selatan (US$ 0,9 miliar, 11,6%); R. R. Tiongkok (US$ 0,7 miliar, 8,3%) dan Hongkong, RRT (US$ 0,5 miliar, 6,3%).

“Sebagai daya tarik lainnya dalam upaya peningkatan daya saing iklim investasi Indonesia, Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) melalui PMK Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan atau yang lebih dikenal dengan tax holiday, yang memberikan kemudahan, kepastian dan penyederhanaan pemberian insentif tax holiday, diharapkan akan mendorong peningkatan investasi di bidang-bidang usaha prioritas yang tergolong industri pionir,” ujar Tom Lembong.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal – BKPM, Azhar Lubis menjelaskan realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan I Tahun 2018 mencapai 201.239 orang dengan rincian sebanyak 103.982 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 97.257 orang pada proyek PMA.

Ia menambahkan, tentang sebaran investasi PMDN dan PMA di luar Jawa tercatatsebesar Rp 73,5 triliun atau setara dengan 39,7% dari total realisasi investasi Triwulan I Tahun 2018.