JAKARTA, INAPEX.co.id – Biaya investasi pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km kemungkinan bakal lebih murah dari estimasi biaya di awal. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengatakan, lebih rendahnya biaya investasi dari estimasi awal itu lantaran pembangunan proyek tersebut berjalan dengan baik dan lancar.

“Kalau kita lihat, kita cukup optimistis harusnya ini under budget. Karena mekanisme kontrol, monitoring yang tepat sejauh ini membuat kita masih optimis bisa under budget. Tapi nanti ujungnya (biayanya) berapa nggak bisa ngomong sekarang,” katanya¬†Satya Heragandhi, di Jakarta, baru-baru ini.

Biaya investasi pembangunan LRT Jakarta sendiri mencapai Rp 6,8 triliun. Sampai saat ini biaya pembangunan yang terpakai diperkirakan sudah mencapai sekitar Rp 3,2 triliun dengan progres pembangunan sudah 70%. “Rasanya sekitar Rp 3-3,2 triliun (biaya terpakai),” katanya.

Seperti diketahui, PT Jakpro tengah mengebut pembangunan LRT Jakarta Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome). Pembangunannya dimulai sejak awal 2017 dan ditarget beroperasi pada Agustus 2018 mendatang.

Ada enam stasiun layang LRT Jakarta yang disisipkan pada jalur sepanjang 5,8 km yakni Stasiun Depo Pegangsaan Dua, Stasiun di depan Mal Kelapa Gading, Stasiun di Jl. Boulevard Raya Kelapa Gading, Stasiun di Jl. Kayu Putih Raya (Pulomas), Stasiun di Jl. Kayu Putih Raya (Equestrian), serta Stasiun di depan Gelanggang Olahraga Velodrome Rawamangun. Pada tahap awal akan dioperasikan sebanyak 8 gerbong atau 4 train sets (untuk Asian Games kemungkinan lebih sedikit) dengan headway atau waktu tunggu sekitar 10 sampai dengan 15 menit.

Dipakai Saat Asian Games

Sementara itu, sarana transportasi massal LRT Jakarta ditargetkan bakal beroperasi bertepatan pada penyelenggaraan Asian Games 2018 Agustus mendatang. Satya Heragandhi menjelaskan, empat bulan jelang pengoperasian kereta, progres pekerjaan fisik LRT Jakarta kini sudah mencapai 70%. “Progres fisik per awal April sekarang sudah 70%,” ujarnya.

Pengerjaan konstruksi, masih dikatakan Satya, Jakpro juga sudah menyiapkan kesiapan operasi dan pemeliharaan hingga 80%. Diantaranya, termasuk untuk penyediaan masinis untuk memenuhi target operasional sebelum Asian Games diselenggarakan pada pertengahan bulan Agustus 2018.

Setidaknya sudah ada empat masinis senior dan dua masinis junior yang sudah dilatih di Pabrik Hyundai Rotem (Korea Selatan) untuk mengemudikan kereta LRT Jakarta. Mereka adalah 6 pegawai dari total 49 pegawai yang telah direkrut oleh JakPro pada rekrutmen tahap pertama.

“Training sudah dilakukan. Ada masinis senior yang akan jadi lead masinis dan masinis junior untuk masinis kita di masa depan. Untuk persiapan operation, maintenance, software-software, control, system sudah disiapkan. Software pemeliharaan kereta dan sparepart sudah, software terkait keuangan sudah disiapkan, dokumen safety juga sudah dimiliki. Jadi hampir semua step untuk operasi sudah line up semua,” pungkasnya.