• Inapex

    Bermanfaat bagi Pelaku Bisnis Properti, Mice Trisakti Gelar Sosial Media Effect

  • Oleh
  • Selasa, 05 Des 2017
  • Mice Trisakti menggelar ‘Social Media Effect’. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Hari ini, Selasa (5/12) Mice Trisakti menggelar ‘Social Media Effect’ yang menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipd Siber Bareskrim Polri) Kombes.Pol.Dr Drs.M.Fadil Imran, M.Si, serta Blogger Indonesia Enda Nasution.

    Seminar yang tertajuk ‘Menuju keunggulan media social dengan kreativitas’ ini dipusatkan di Gedung D. lantai 8 Auditorium Kampus A, Universitas Trisakti Grogol, Jakarta Barat. “ Anggap diri Anda sebagai orang yang aktif di media sosial? Pernah bertanya-tanya apa lagi yang akan Anda dapatkan selain mengeposkan foto atau video Anda melalui media sosial hanya untuk mendapatkan ribuan suka atau untuk memamerkan aktivitas Anda,” ujar Humas MICE Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Nada Nadhifah, saat dihubungi INAPEX.co.id, Selasa (5/12).

    Lebih lanjut dikatakan Nada, inilah saat yang tepat untuk belajar tentang apa yang terjadi dengan media sosial di sisi buruk dan sisi baiknya. “Peluang apa yang dapat dipelajari dari menggunakan media sosial, apa yang harus dipelajari untuk menghindari kejahatan dunia maya atau mendapatkan hack melalui media sosial, dan bahkan apa dapat dilakukan agar tetap produktif di media sosial,” ujarnya.

    Pengetahuan ini juga bermanfaat bagi pelaku usaha disektor bisnis properti. “Seminar ini sebagai upaya memberikan pemahaman, sekaligus memberikan tips praktis dan aplikatif untuk para pengembang yang memasarkan produk perumahannya melalui media social,” pungkas Nada.

    Baca Juga :
    Proyek LRT Terus Dikebut, Ini Keuntungan Beli Properti dekat Transportasi Massal

    Terlepas itu, pada Februari 2018 mendatang diprediksi Indonesia Properti Expo (IPEX) diprediksi mampu mendongkrak pertumbuhan kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

    Pencapaian itu, optimis setelah melihat data pertumbuhan kredit hingga Agustus 2017 mencapai 21%. Pertumbuhan kredit bank pelat merah ini ditargetkan berada di kisaran 20-21% di akhir tahun ini. Pertumbuhan kredit BTN di atas rata-rata industri per Juli sebesar 7,9% didukung oleh kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Permintaan KPR subsidi belakangan ini mengalami lonjakan cukup tajam.

    “Kita pertumbuhannya udah 21%, akhir tahun posisinya masih tetap antara 20-21%. Kita banyak konsentrasi KPR subsidi di mana pertumbuhannya 34%, kalau non subsidi 9-11%,” ujar Maryono dalam Indonesia Banking Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    BTN juga berkomitmen menurunkan suku bunga kreditnya. Hanya saja, penurunan suku bunga kredit BTN dilakukan secara bertahap. Berdasarkan suku bunga dasar kredit (SBDK) BTN, suku bunga kredit korporasi mencapai 11%, kredit ritel 11,75%, KPR 10,25%, dan non KPR 11,50%. SBDK)l digunakan sebagai dasar penetapan suku bungan kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah.

    SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilai bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK. “Pasti, cuma kita harus bertahap dalam penurunan itu,” pungkas Maryono.