• Inapex

    Berkonsep TOD, Pengembang Ini Lakukan Grounbreaking 2 Proyek Sekaligus

  • Oleh
  • Kamis, 12 Okt 2017
  • PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melaksanakan prosesi groundbreaking pembangunan rumah susun. (Foto: ist)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Berkonsep Transit Oriented Development (TOD), pengembang ini melakukan Grounbreaking untuk 2 proyek sekaligus sebagai wujud dukungannya terhadap program satu juta rumah. Apalagi, program itu dinilai menjadi salah satunya kunci mengurangi backlog perumahan yang mencapai 11,3 juta.

    Pengembang tersebut yaitu, PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melaksanakan prosesi groundbreaking pembangunan rumah susun yang berkonsep TOD.

    Groundbreaking ini dilakukan secara bersamaan terhadap dua proyek pembangunan hunian TOD di dua tempat yaitu Juanda dan Tanah Abang. Melalui proyek pembangunan TOD, Perseroan dipercaya oleh KAI untuk mengembangkan dua proyek hunian TOD, Juanda dan Tanah Abang.

    Direktur Utama PT PP Tumiyana menjelaskan, proyek hunian TOD Juanda akan dilakukan pembangunan sebanyak dua tower yang bakal menampung sebanyak 627 unit hunian.

    Hunian dibangun di atas lahan seluas 5.903 meter persegi dan akan menelan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar. “Proyek TOD Juanda memiliki komposisi hunian Rusunami yang diperuntukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 171 unit dengan luasan per unit 32 meter persegi,” ujar Tumiyana di Stasiun Juanda, Jakarta, baru-baru ini.

    Dia mengatakan, harga jual dari hunian tersebut sebesar Rp 7 juta per meter persegi atau Rp 224 juta per unit. Hunian MBR pada TOD Juanda memiliki rasio 36 persen terhadap luasan total semi gross area pengembangan, di mana juga akan dikembangkan anami dan zona komersial.

    Baca Juga :
    Proyek LRT Terus Dikebut, Ini Keuntungan Beli Properti dekat Transportasi Massal

    Dalam hunian TOD Juanda rencananya akan difasilitasi dengan area swimming pool, gym, commercial area, pedestrian elevated walk-way, jembatan menuju parkiran, gedung parkir, Jakarta Railway Center, Stasiun Juanda, shuttle bus drop off, Kantor KAI yang menyatu dengan hunian TOD Juanda.

    “Konsep hunian TOD Juanda dan Tanah Abang ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, di mana pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni TOD tersebut menjadi Iebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal (kereta api),” katanya.

    Selain terintegrasi dengan moda transportasi massal, katanya, proyek hunian TOD Juanda ini juga memberikan nilai tambah yang terhubung dengan fasiiitas publik yang ada di sekitar area TOD, antara Iain, pusat pendidikan, bisnis, perbankan, pusat pemerintahan dan rumah sakit.

    Sehingga tidak hanya kebutuhan hunian yang terpenuhi, namun juga dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian baru di wiIayah tersebut. Dia menambahkan, saat ini pemerintah tengah mengembangkan konsep TOD sebagai upaya interkoneksi dan integrasi antar moda transportasi yang sedang dibangun di setiap stasiun dan halte di Jakarta.

    Dalam 5 tahun ke depan, Pemerintah berharap hunian ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di daerah Jabodetabek, sehingga pengembangan TOD harus dilakukan secara terencana dan baik.