Berburu rumah murah di IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

 

SENAYAN, INAPEX.co.id – Dalam sembilan hari terakhir ini kita menyaksikan ‘perburuan’ hunian murah, setidaknya di ajang promosi dan transaksi terbesar di Indonesia.

Ratusan ribu pengunjung pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, datang lebih awal dan membentuk antrian panjang melalui loket-loket registrasi disetiap pintu masuk area pameran sekaligus untuk memperoleh kesempatan ikut undian berhadiah utama 1 unit mobil.

Pemandangan sama juga terlihat jelang hari terakhir pameran IPEX pada Sabtu (10/2), mulai dari pintu masuk area pameran Hall A JCC khusus hunian komersil, resort, kondotel, apartemen hingga ruko terlihat ramai dikunjungi pengunjung.

Kondisi serupa juga terjadi pada area pameran FLPP yang berlokasi di Hall B JCC, pemasaran rumah murah ini tak kalah ramainya didatangi pengunjung secara berbondong-bondong. Mereka pada umumnya, mencari rumah subsidi hingga investasi properti.

Kali ini penjualan rumah murah dibandrol harga Rp.130 jutaan tersebut, diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema KPR Subsidi suku bunga 5% dan down payment (DP) 1%.

Golongan masyarakat ini menjadi prioritas pembeli karena merekalah yang sangat membutuhkan rumah layak huni, apalagi di saat harga properti terus meningkat.

Tentu saja tidak hanya golongan masyarakat ini yang perlu bantuan. Masih banyak warga masyarakat lainnya yang membutuhkan rumah murah yaitu kalangan pekerja informal. Untuk bisa mewujudkan rumah impiannya, mereka bisa mengajukan melalui akses sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ketentuan itu, diberlakukan bagi peserta BPJSK minimal sebagai anggota 1 tahun. Bagi pengunjung pameran properti, bisa mendatangi booth No.78 untuk memperoleh informasi layanan BPJS Ketenagakeraan sekaligus dapat berkonsultasi langsung dengan petugasnya.

Berangkat dari pengalaman pengunjung, mereka membandingkan antara melihat beberapa listing properti dengan datang langsung ke area pameran properti.

Pertama, bersifat situasional. Hunian murah digelar secara reguler yaitu dalam 1 tahun hanya diselenggarakan sebanyak 2 kali. Kenaikan harga pada beberapa listing properti sebagai kebutuhan primer yang diluar batas kewajaran.