• Inapex

    Beli Rumah Lebih Enak Mencicil Atau Bayar Lunas?

  • Oleh
  • Jumat, 13 Okt 2017
  • Beli Rumah Lebih Enak Mencicil Atau Bayar Lunas?

    ILustrasi (Foto: ist)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Beli rumah lebih enak mencicil atau bayar lunas? Pasalnya, ini bukanlah perkara mudah. Tidak hanya dituntut menentukan lokasi yang pas untuk bertempat tinggal, sebagian orang mesti memahami cara pembelian yang sesuai dengan kondisi finansial.

    Selain itu, ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Misalnya, bila membeli rumah dengan kredit maka calon pembeli mesti berhati-hati dengan resiko kredit macet.

    Di sisi lain, pembelian rumah secara tunai memaksa pembeli untuk mengeluarkan dana dalam jumlah besar atau bahkan menghabiskan dana di tabungan.

    Jadi sebelum membeli, ketahui lebih jauh tentang keuntungan dan kerugian metode pembelian rumah secara tunai dan kredit berikut ini.

    Keuntungan KPR

    Beberapa orang mungkin merasa mustahil mempunyai properti tanpa bantuan pembiayaan KPR. Ada sejumlah keuntungan yang dapat Anda peroleh saat membeli properti secara kredit, diantaranya:

    • Membeli rumah dengan angsuran terjangkau: Pinjaman kredit perumahan memberi kemudahan untuk mengangsur harga rumah dalam jangka waktu yang panjang, sampai 25 tahun lamanya. Anda dapat mengatur jumlah angsuran secara pintar dan terjangkau.
    • Suku bunga rendah: Biasanya perbankan menawarkan suku bunga yang lebih rendah ketimbang lembaga pembiayaan lainnya. Anda bisa melakukan refinancing saat menemukan bank yang memberikan promo suku bunga lebih rendah.
    • Uang tabungan selalu tersedia: Karena tak membeli tunai, maka tabungan dan aset pribadi lain tetap utuh. Dengan pengelolaan uang yang disiplin, Anda dapat terus menambah pundi-pundi tabungan.
    • Dilengkapi asuransi: Pembelian rumah lewat KPR juga umumnya dilengkapi dengan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran yang membebaskan Anda dari resiko tak terduga saat mengangsur properti.

    Kelebihan membeli properti tunai

    Membeli properti secara tunai umumnya dipilih oleh kalngan pekerja yang berpenghasilan tinggi. Pembelian tunai membebaskan Anda dari sejumlah risiko keuangan di masa depan.

    Baca Juga :
    Sekarang, Masyarakat Bisa Membeli Rumah Secara PPR Syariah

    Jadi saat Anda punya uang cukup untuk membeli tunai dan mempunyai pendapatan stabil, jangan ragu untuk mengambil keputusan ini.

    • Terbebas dari hutang: Kredit perumahan ialah pinjaman hutang yang terbesar. Jumlah angsuran yang mesti dibayar juga akan memangkas keuangan bulanan Anda. Bila membeli secara tunai, tentu uang angsuran ini dapat dialihkan jadi tabungan atau investasi lain yang menawarkan keuntungan berlipat.
    • Memiliki aset berharga: Bila sewaktu-waktu Anda berada di kondisi keuangan yang kurang baik atau membutuhkan pinjaman modal untuk usaha, maka sertifikat rumah dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman.
    • Lebih aman menempati rumah: Jika sudah membayar lunas, maka Anda merasa lebih tenang dan mempunyai rumah seutuhnya. Tak harus merasa khawatir kehilangan rumah bahkan bila sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan atau di kondisi keuangan yang tak stabil.

    Kekurangan membeli rumah tunai

    Walaupun membeli properti secara tunai merupakan keputusan minim resiko, namun ada juga kekurangan yang tak Anda sadari. Secara umum, membeli properti tunai berarti:

    • Anda tidak mendapat nilai tambah dari properti: Bila membeli rumah secara KPR, potensi untuk mendapat keuntungan balik akan lebih besar, seiringnya dengan meningkatnya harga properti setiap tahun.
      Sebagai contoh, Anda membayar 20% uang muka dari nilai properti senilai Rp.400 juta. Kemudian nilainya naik Rp.100 juta dalam waktu kurang dari satu tahun. Maka Anda sudah bisa memperoleh keuntungan Rp.100 juta dari setoran uang muka yang hanya Rp.80 juta.
      Ini artinya keuntungan yang diperoleh sekitar 125%, jauh lebih menguntungkan ketimbang bila Anda membayar tunai.
    • Anda menghabiskan seluruh aset yang dimiliki: Harga properti yang tinggi memaksa Anda mesti merogoh semua aset yang dipunya untuk membayar secara tunai. Padahal bila mengambil KPR, Anda memiliki uang simpanan yang dapat digunakan untuk berinvestasi di sektor lain secara lebih fleksibel.