Kemacetan dijalur ke arah Puncak, Jawa Barat. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Begini Cara Memecah Kemacetan Jalur Puncak. Seperti diketahui, kemacetan yang semakin panjang di Jalur Puncak di kawasan Ciawi – Megamendung – Cisarua – Puncak – Cianjur sangat merugikan tidak hanya para pengendara dari luar kota, namun juga mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu solusi Pemerintah terhadap permasalahan tersebut dengan cara akan dibangunnya Jalan Jalur Puncak Jalur Puncak II yang menyambungkan dari kawasan Sentul menuju Puncak.

Jalur ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan di Jalur Puncak I yang selama ini sangat padat hampir disetiap minggu terutama dalam masa libur panjang.

Oleh sebab itu, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) melakukan kunjungan kerja diwilayah Kabupten Cianjur di dampingi oleh Direktur Pembangunan Jalan, dan Wakil Bupati Cianjur, Suherman. Selaku Ketua Rombongan Fary Djemi Francis mengatakan bahwa DPR setuju dan mendukung secara penuh proyek pembangunan jalan ini.

Melihat kemacetan yang sangat panjang yang mengganggu moobilitas dan roda ekonomi masyarakat. “Kemacetan yang semakin parah membuat orang enggan untuk berwisata ke kawasan puncak, dan waktu tempuh ke pasar dan kios dagang menjadi sangat lama akibat dari kemacetan” ungkap Wakil Bupati Cianjur, Suherman.

Bina Marga sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek pembangunan jalur Puncak II melalui Direktur Pembangunan Jalan menjelaskan bahwa jalan sepanjang 65,5 kilometer mulanya merupakan instruksi Presiden SBY pada tahun 2010 dan dalam konreg 2011 proyek ini kembali diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah pusat akan berupaya semaksimal mungkin  dalam mewujudkan proyek ini dan minta bantuan pemerintah daerah untuk segera menuntaskan persoalan lahan. Anggota DPR RI Komis V, Yosep Umar Hadi juga menekankan bahwa Pemerintah Daerah menjaga agar kesalahan pada Jalur Puncak I tidak terulang di Jalur Puncak II.

“Dimana jalan tersebut tidak dilakukan secara maksimal akibatnya banyak pedagang, toko, halaman rumah, parkir di ruas jalan yang mengakibatkan mungkin hanya tiga puluh persen ruas jalan yang bisa dimaksilkan,” pungkas Anggota DPR RI Komis V, Yosep Umar Hadi.