Bank Berlomba-lomba Turunkan Bunga KPR, Mana yang Terendah?
Bank Turunkan Bunga KPR (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sekarang ini banyak perbankan yang memberikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan nilai kompetitif. Masing-masing bank penyedia fasilitas ini juga berlomba-lomba turunkan bunga KPR.

Director Residential Savills Indonesia Deden Sudarbo menilai bahwa kecenderungan bank penyedia KPR berusaha menawarkan bunga kredit lebih rendah dari bank lain untuk memenangkan kompetisi.

“Itu sudah dari dulu terjadi, maksudnya suasana kompetisi dari masing-masing industri kan berusaha supaya orang mengambil produknya,” tutur Deden saat dihubungi pers, di Jakarta.

Dengan memberikan bunga KPR rendah, baginya perbankan menginginkan supaya produk KPR-nya diminati oleh calon pengkredit rumah.

“Kalau dari sisi KPR atau pun KPA (kredit pemilikan apartemen) pasti di-bikin semenarik mungkin sehingga bisa bunganya rendah misalnya fix 2 tahun,” jelasnya.

Akan tetapi, yang harus diperhatikan oleh calon kreditur ialah bunga KPR tak selamanya flat dengan nilai yang rendah. Biasanya hanya berlaku pada tahun-tahun pertama saja.

“Berikutnya kan pasti floating ya bunganya gitu,” ucapnya.

Bunga Fix BI Rate Plus Tiga Persen

BPJS Ketenagakerjaan juga mempunyai program pembiayaan perumahan hasil kerja sama dengan BTN dan menyusul dengan berbagai perbankan lainnya.

BPJS-TK menawarkan bantuan pembiayaan sampai 95 persen dengan tenor selama 20 tahun. Oleh sebab itu, uang muka yang harus disiapkan calon pembeli rumah hanya 5 persen dari harga rumah.

“Fasilitas cicilan rumah untuk non-MBR ini dibatasi harga rumah maksimal Rp.500 Juta dan merupakan rumah pertama. Jadi, peserta yang sudah memiliki rumah tidak bisa lagi memanfaatkan layanan ini,” jelas Utoh.

Fasilitas tersebut dapat dipakai baik untuk rumah tapak maupun apartemen selama memenuhi syarat di atas. Yang menariknya yaitu jaminan suku bunga yang tetap mengikuti suku bunga Bank Indonesia, adalah BI Repo Rate+3.

Sebagai contoh, suku bunga BI sekarang ini sebesar 4,75%. Maka dari itu, suku bunga cicilan lewat BPJS-TK ialah 7,75%. Perubahan hanya terjadi bila suku bunga BI berubah.

“Kita lihat suku bunga BI tidak pernah berubah secara drastis. Kelebihannya dibandingkan KPR komersial biasanya (KPR komersial) di tahun pertama, tahun kedua, rendah, tetapi memasuki tahun ketiga dan keempat mengalami kenaikan signifikan,” ujar Utoh.

Bunga KPR komersial kini berada pada kisaran 10 persen sampai 15 persen, lebih tinggi ketimbang bunga BPJS-TK.