• Inapex

    Banjir Peminat, Apartemen Legios Targetkan STK 2019

  • Oleh
  • Selasa, 03 Okt 2017
  • Warga Depok Antusias Membeli Apartemen Sebagai Tempat Tinggal

    Warga Depok Antusias beli Apartemen (Foto: dok.inapex)

     

    DEPOK, INAPEX.co.id – Kendati dibanjiri oleh peminat, Apartemen Legios mentargetkan serah terima kunci (STK) pada akhir 2019 mendatang. Hunian vertikal ditengah Kota Depok ini, dikembangkan oleh Orchid Realty dikawasan Depok ini, juga dibandrol hanya senilai Rp.393 juta per unitnya.

    “Dalam agent gathering ini kami mencatat kelebihan pemesanan 122 persen dari unit yang ditawarkan pada tahap pertama,” tutur Presiden Director Coldwell Bankers Propertu Connections, Jemmy Handrianus, di Depok, belum lama ini.

    Agent property gathering yang digelar di Margo Hotel, Depok melibatkan sekitar 400 ratus agen properti dengan pembicara utama pakar marketing, Helmy Yahya. Selain itu, menghadirkan Kepala Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Julianto Wicaksono juga ikut sebagai pembicara dihadapan para agen properti tersebut.

    Animo para agen properti cukup tinggi. Jemmy Handrianus menambahkan, penawaran unit apartemen dilakukan secara bertahap seiring perkembangan pembangunan hunian vertikal senilai Rp 1,1 triliun tersebut.

    “Tahap awal yang dijual adalah unit apartemen di Tower J, unit yang ditawarkan adalah tipe studio,” tambah Iwan Risdianto,vice president Coldwell Bankers Property Connections Residential.

    Sementara itu, Direktur Utama Orchid Realty, Mujahid mengatakan bahwa pihaknya menggandeng Coldwell Banker sebagai mitra dalam mengembangkan Logios Depok.Orchid Realty akan melakukan groundbreaking Logios Depok pada Agustus 2017.

    Sedangkan topping off ditargetkan pada kuartal pertama 2019. “Serah terima unit apartemen kepada konsumen kami targetkan akhir kuartal keempat 2019,” pungkas Mujahid.

    Sebagai wilayah penyangga Jakarta, Depok merupakan berbatasan langsung dengan area Jakarta Selatan masih terus memasok pembangunan hunian vertikal sebagai alternatif bagi konsumen kelas menengah.

    Bahkan, harga apartemen di Jakarta Selatan seperti di koridor TB Simatupang tercatat sudah terlampau tinggi, sehingga tidak mampu dijangkau oleh kaum profesional yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta maupun disekmen pelajar.

    “Penyediaan hunian vertikal seperti ini tentunya sangat membantu bagi masyarakat berpenghasilan rendah, apalagi seperti saya sebagai mahasiswi masih sangat terbatas kemampuan keuangannya,” ujar Gessy Aprilia Putri mahasiswi Universitas Tri Sakti.