• Inapex

    Awas, Jangan Sampai Salah Pilih Arsitek

  • Oleh
  • Rabu, 15 Nov 2017
  •  

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Membeli sebuah hunian merupakan investasi jangka panjang yang bernilai besar. Sehingga dalam pembangunannya tidak hanya sekedar sebagi tempat tinggal saja, melainkan perlu adanya pemikiran banyak hal. Seperti Fungsi, estetika, dan kualitas bangunan itu sendiri.

    Dalam mewujudkannya, tentu diperlukan jasa professional seorang ahli arsitek. Memang bisa saja anda melakukan pengerjaan pembangunan rumah  sendiri, tapi hal itu terlalu riskan. Diakui, adanya anggapan bagi masyarakat Indonesia untuk menyewa jasa arsitek di nilai masih terlalu mahal.

    Anggapan seperti itu bisa di tepis. Biasanya, bugjet design dari seorang arsitek hanya berkisaran 5% dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pengeluaran anggaran dana sebesar itu akan setimpal dengan manfaat yang akan anda dapatkan. Nah, jika Anda telah memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek, masalah selanjutnya tinggal memilih arsitek yang tepat.

    Dengan berkembangnya teknologi, Anda cukup berselancar di dunia maya untuk mencari arsitek berpengalaman. Tapi ada delapan tips yang perlu diperhatikan ketika anda melakukan screening untuk mendapatkan seorang arsitek berpengalaman.

    Lihat portofolionya

    Semakin banyak portofolio yang dimiliki seorang arsitek, maka semakin berpengalaman arsitek itu di kancah dunia design arsitek. Dari anda melihat portofolio tersebut maka anda bisa menentukan kualitas dan kuantitasnya.

    Arsitek profesional biasanya memiliki kualitas gambar yang sangat baik alias tidak murahan. Gambarnya terlihat halus dan mirip dengan aslinya. Tidak ada distorsi dan tampilan pohon dan mobil yang terlihat begitu natural dan hidup.

    1. Memilikibranddan alamat jelas

    Arsitek profesional selalu memiliki brand sendiri sebagai identitasnya. Pastikan arsitek yang Anda inginkan memiliki brand tersebut.

    Selain itu, pastikan mereka memiliki alamat kantor yang jelas. Jika arsitek freelance, pastikan memiliki alamat tempat tinggal yang jelas.

    1. Lihat Kepribadiannya

    Tidak hanya anda lihat hasil kerjanya saja, melainkan kenali lebih dalam pribadi arsitek tersebut dengan cara temui langsung di rumah tinggalnya sembari anda melihat hasil kerja arsitek itu. Dalam hal ini, apakah orang itu supel, ramah, serius atau seorang humoris yang santai tapi kerja serius. Carilah arsitek yang sejalan dengan kepribadian anda. Hal ini penting, karena Anda tak hanya akan berhubungan untuk 1-2 hari saja, tetapi berbulan-bulan hingga hunian selesai dikerjakan.

    1. Kenali karakter desainnya
    Baca Juga :
    Pertumbuhan KPR Naik Hanya 7 Persen, Ini Sebabnya

    Seorang arsitek senior yang sudah malang melintang di kancah desain arsitektur, biasanya memiliki gaya khas dalam kinerjanya yang menjadi trade mark dia. Anda wajib mengenali gaya-gaya arsitek yang ingin dipilih. Tentukan arsitek mana yang memiliki gaya desain paling sesuai dengan keinginan Anda.

    1. Cari testimoni dari klien sebelumnya

    Selain ke empat hal diatas yang perlu anda cermati, maka perlu juga anda mencari testimony dari orang-orang yang pernah memakai jasanya. Arsitek yang baik tentu akan mendapat penilaian yang positif dari mantan kliennya, begitu pun sebaliknya.

    1. Tanyakan cara kerja dan upah

    Setelah meyakini pilihan Anda, segera tanyakan cara kerja dan bayarannya. Setiap arsitek memiliki gaya kerja yang berbeda. Tanyakan secara mendetail cara kerjanya step by step, termasuk soal pembayaran agar saat proyek dimulai Anda dan sang arsitek telah mengetahui risikonya.

    1. Memiliki SPK (Surat Perjanjian Kerja) Tertulis

    Arsitek yang baik akan memberikan SPK kepada Anda. SPK ini akan membantu dan membela Anda bila terjadi sesuatu hal, baik saat konsultasi berjalan ataupun di kemudian hari.

    SPK ini secara garis besar berisi persetujuan kedua belah pihak bahwa arsitek akan mendapatkan upah sesuai haknya, dan Anda selaku pemilik rumah akan mendapatkan pelayanan dan kualitas baik. Selain itu menjamin pula bahwa arsitek tak akan meninggalkan tanggung jawabnya.