• Inapex

    Area Parkir di Stasiun Pondok Cina, Disulap jadi Apartemen Murah

  • Oleh
  • Selasa, 03 Okt 2017
  • Bekas area parkir mobil di Stasiun Pondok Cina, disulap jadi proyek apartemen murah. (Foto: kps)

     

    DEPOK, INAPEX.co.id – Bekas area parkir di Stasiun Pondok Cina, Depok ini, disulap jadi lokasi proyek apartemen murah berkonsep transit oriented development ( TOD). Proyek ini merupakan kolaborasi strategis antara Perum Perumnas dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemilik lahan.

    Harga unitnya mulai dari Rp 224 juta dengan luasan 32 meter persegi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Atas arahan Ibu Menteri (Badan Usaha Milik Negara/BUMN Rini Soemarno), harga diturunkan menjadi Rp 7 juta per meter persegi,” ujar Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo saat peresmian.

    Menurut Bambang, harga ini sempat mengalami revisi sebanyak dua kali bahkan pada saat-saat terakhir sebelum peresmian. Harga yang sebelumnya ditetapkan adalah Rp 9 juta per meter persegi. Ia menuturkan, Rini menginginkan harga unit diturunkan agar lebih dapat dijangkau MBR.

    Proyek TOD Depok ini dirancang dengan komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe studio dan 3 kamar tidur. Perumnas dan KAI akan membangun apartemen tersebut sebanyak 4 menara di lahan seluas 27.706 meter persegi dengan nilai investasi Rp 1,45 triliun.

    Secara terpisah, tak kalah murahnya pengembang PT Selaras Mitra Sejati (SMS) menggelar First Public Preview untuk memperkenalkan Pesona City Bekasi ke masyarakat.

    Proyek hunian terpadu ini berdiri diatas lahan seluas 2,3 hektare, terdiri dari ruang perkantoran, ruang ritel dan 3 tower hunian vertikal yang salah satunya adalah tower Grand Cut Meutia.

    “Kawasan ini merupakan jawaban SMS atas kebutuhan warga Bekasi dan sekitarnya terkait hunian modern yang nyaman, aman, dan aksesnya mudah. Pesona City Bekasi ini engembangan kawasan dengan menambahkan fasilitas pendukung, selain Apartemen Grand Cut Mutia yang telah diluncurkan sebelumnya,” ujar Direktur Utama, PT SMS Alwi Bagir Mulachela.

    Baca Juga :
    Danau Toba Akan Dikelola Lebih Bagus, Berkaca Dari Hungaria

    Pesona City Bekasi ini akan dikembangkan dengan konsep one stop living yang menyediakan semua fasilitas lengkap dalam satu kawasan, sehingga penghuni tidak direpotkan, karena hanya butuh berjalan kaki tanpa perlu keluar kawasan hunian untuk memenuhi kebutuhan.

    Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni, Pesona City Bekasi akan tersedia fasilitas shopping arcade dengan menggunakan konsep alfresco dining dalam balutan arsitektur modern yang menyediakan aneka produk dari kebutuhan sehari-hari hingga restoran dan coffee shop. Selain itu, kawasan Pesona City Bekasi akan dilengkapi fasilitas penunjang lainnya antara lain Atm Center, Keamanan 24 Jam, Gym/Fitness Center, Sauna, Jogging Track, Children Pool, Swimming Pool, Shop Houses/Offices, Thematic Garden, Café dan Masjid.

    “Dalam kawasan Pesona City Bekasi, kami sedang mengembangkan satu tower hunian Apartemen Grand Cut Meutia setinggi 29 lantai. Ada 3 pilihan tipe unit yakni; Tipe Studio 19,10 M2, Tipe 2 BR 30 M2 dan Tipe 2BR Corner 32 M2 dengan harga mulai dari 280 Juta-an dengan jumlah total unit yang dijual sebanyak 1.478 unit. Apartemen ini kami siapkan guna memenuhi kebutuhan kalangan menengah, keluarga muda serta pekerja di kawasan industri sekitar Bekasi,” kata Muchsin Alatas, Direktur Marketing SMS.

    Lokasi Pesona City Bekasi strategis karena berada tepat di jantung kota Bekasi dan memiliki dua akses jalan utama yakni Jalan Cut Meutia dan Jalan RA Kartini yang bisa langsung terhubung dengan akses pintu tol Bekasi Barat hanya dalam waktu 5 menit.

    Kemudahan akses tersebut menjadikan Pesona City Bekasi, khususnya Apartemen Grand Cut Mutia sesuai untuk menjadi pilihan lokasi hunian bagi kaum urban yang beraktivitas di Jakarta, karena terhubung langsung dengan jalan tol lingkar luar dan Cikampek.