Apa Saja Yang Harus Disiapkan Sebelum Ke Pameran Indonesia Properti Expo?
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

INAPEX.co.id – Membeli hunian membutuhkan banyak pertimbangan, tapi jika sudah hadir pameran Indonesia Properti Expo 12-20 Agustus 2017, JCC Senayan sudah waktunya mempersiapkan segala kebutuhan. Hal ini direncanakan agar Anda bisa memiliki rumah, apartemen atau berinvestasi properti menarik di sini.

Lalu apa saja yang harus disiapkan sebelum datang ke pameran IPEX, berikut penjelasannya:

Perhitungkan Pendapatan dibagi Cicilan

Perlu diperhatikan, bahwa pihak bank sudah menetapkan cicilan maksimal 35%-40% dari penghasilan bulanan. Jika Anda sudah berkeluarga, maka persentasenya dihitung dari pemasukan total suami dan istri. Nah, apakah cicilan yang Anda ajukan sudah sesuai dengan peraturan ini?

Tak hanya itu, kesalahan perhitungan juga mungkin terjadi pada pekerja freelance. Untuk pekerja freelance, bank akan meminta data pemasukan bulanan rutin dalam satu tahun.

Nantinya, cicilan maksimal tersebut kemudian akan dihitung sebesar 35%-40% dari pemasukan bulanan terkecil dalam rentang satu tahun.

Kendati rata-rata pemasukan Anda mencapai Rp.7,5 Juta per bulan sebagai seorang pekerja freelance, namun jika dalam satu tahun itu pemasukan Anda ada yang hanya mencapai Rp.4,7 Juta, maka persentasenya tetap dihitung dari Rp.4,7 Juta.

Berapa Usia Anda?

Kegagalan pengajuan KPR karena batas usia kerap dialami oleh calon debitur yang akan memasuki masa pensiun. Bank menetapkan usia untuk mengajukan KPR adalah minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pada saat kredit berakhir, maksimal berusia 55 tahun atau disesuaikan dengan usia pensiun pada perusahaan untuk pegawai dan 60 tahun untuk profesional. Jadi, semakin mendekati usia pensiun, semakin pendek masa KPR dan semakin besar jumlah cicilan.

Bisa jadi, jumlah cicilan ini pada akhirnya melebihi batas kemampuan yang ditetapkan bank, yakni 40% dari total pemasukan per bulan.

Tentukan Lokasi

Ada baiknya menentukan lokasi hunian yang diinginkan. Hal ini harus dipertimbangkan diawal untuk mempermudah pencarian rumah atau apartemen yang diincar semakin sempit.

 

 

Pertimbangkan 3-4 Hunian

Jika sudah menentukan lokasi, saatnya Anda berkeliling di pameran IPEX. Jika Anda memiliki budget besar bisa mengunjungi Hall A dan bila sedikit dapat mendatangi Hall B. Bila Anda bingung Hall A dan B bisa bertanya kepada Resepsionis, membaca setiap tanda arah serta daftar proyek yang tersedia di Hall tersebut.

 

Pastikan Tubuh Bugar

Mencari hunian diluasnya area membutuhkan energi yang cukup banyak. Meskipun ber-AC dan nyaman, Anda harus kuat berjalan, bersabar sambil berfikir apakah hunian tersebut yang diincar.

Sebaiknya membawa air minum, atau cemilan yang bisa dimakan saat berjalan tanpa mengganggu pencarian Anda. Di sana juga tersedia tempat makan dan mushola jika hendak beristirahat sambil mempertimbangkan properti yang ingin dibeli.

 

Bawa Dokumen

Jangan lupa, salah satu persyaratan agar pengajuan KPR berhasil yaitu dengan melampirkan sejumlah dokumen. Kebanyakan pemohon atau calon debitur masih menyepelekan persyaratan ini, seperti KTP, NPWP, surat keterangan menikah atau cerai, dan kartu keluarga.

Kondisi KTP yang sudah habis masa berlakunya juga akan membuat pihak bank berpikir ulang untuk menyetujui pengajuan KPR.

Begitu juga dengan surat keterangan status perkawinan. Seandainya Anda sudah bercerai secara agama namun belum mengurus keterangan secara hukum, bank akan sulit menerima pengajuan cicilan Anda. Jika Anda membeli hunian subsidi sertakan pula surat belum memiliki rumah dari kelurahan.

 

Pilihan Bank

Anda mungkin telah memilih salah satu bank karena tergiur tawaran kredit yang rendah. Namun, belum tentu bank ini bekerja sama dengan pengembang perumahan yang menjual rumah idaman Anda.

Ada dua pilihan bagi Anda, mengganti rumah incaran dengan rumah yang disarankan bank, atau mengganti bank sesuai dengan yang bekerja sama dengan developer rumah idaman Anda.

Performa Diri Sendiri

Siapa sangka keberhasilan atau kegagalan pengajuan KPR Anda ditentukan dari performa Anda secara personal pada saat bertemu pihak bank. Pihak bank lebih senang jika calon debitur berbicara sopan, jujur saat wawancara dan tidak berbelit-belit, dan penampilan yang rapi.

Selain itu, yang terpenting adalah performa Anda sebagai calon debitur. Jika Anda memiliki catatan kredit macet, seperti cicilan kendaraan, dan lain-lain, akan sangat sulit bagi Anda untuk mendapatkan cicilan dari bank.

Ingat, semua data dan catatan cicilan Anda tercatat oleh Bank Indonesia dan bisa diakses oleh semua bank.

Selamat Mencoba!