• Inapex

    Antusias, Presiden RI Jokowi Resmikan Stadion Utama GBK

  • Oleh
  • Senin, 15 Jan 2018
  • Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditengah hujan deras yang mengguyur dikawasan Ibukota Jakarta, namun saat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) mendapat sambutan antusias dari masyarakat. “Pada sore ini renovasi besar Gelora Bung Karno saya nyatakan di resmikan dan dimulai penggunaannya,” ujar Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

    Saat peresmian berlangsung, para penonton yang berada di dalam area GBK tetap antusias menyambut pernyataan Presiden. Secara keseluruhan, Stadion Utama GBK ini bakal dijadikan sebagai salah satu venue Asian Games 2018.

    Sebelumnya pada awal November 2017 lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan empat venue olahraga di kawasan GBK Senayan. Diantanya seperti Lapangan Hoki, Lapangan Sepakbola ABC, Lapangan Panahan dan Stadion Renang. Keempat venue tersebut nantinya juga akan dijadikan sebagai lokasi pertandingan pada Asian Games 2018.

    Saat ini, renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) Senayan sudah rampung 100%. Rencananya, stadion ini langsung diuji coba untuk pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia kontra Timnas Islandia.

    SU GBK, disebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sebagai stadion dengan sistem pencahayaan terbaik di dunia. “Untuk lighting-nya saya dapat informasi ini salah satu yang terbaik di dunia, namun akan diungguli oleh stadion (Olimpiade dan Paralimpiade) Tokyo 2020,” kata Basuki di SU GBK.

    SU GBK dilengkapi dengan sistem pencahayaan berkekuatan 3.500 luxatau tiga kali lebih terang dari sebelumnya. Kendati demikian, konsumsi listriknya diklaim lebih hemat 50% dari lampu konvensional lantaran menggunakan LED lighting system.

    Selain itu, sistem pencahayaan, masih dikatakan Basuki, juga terintegrasi dengan sistem tata suara berkekuatan hingga 80.000 watt PMPO. “Tata suara SU GBK (juga) lebih baik dari sebelumnya, sehingga pada upacara pembukaan nanti, terutama saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya akan lebih dramatis,”tambahnya.

    Baca Juga :
    Kementerian PUPR Capai Target PSR, Melalui Inovasi Teknologi

    Disisi lain, kualitas kursi juga lebih bagus dengan jenis satu kursi (single seat) dan lipat (flip up) sudah memenuhi standar aksesibilitas evakuasi. Pada setiap kursi mampu menahan beban hingga 250 kilogram dan tidak mudah ditarik sehingga menahan aksi vandalisme.

    Kemudian, kapasitas SU GBK saat ini telah mencapai 80.000 kursi. “Sudah mengikuti standar FIFA dalam aspek keamanan dimana dalam kondisi darurat, dalam waktu 15 menit, stadion sudah harus kosong,” ujar Basuki.

    Sementara rumput zoysia matrella yang digunakan untuk lapangan, merupakan jenis rumput dengan kualitas terbaik. Bahkan, rumput tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi internasional. Lapangan SU GBK juga dilengkapi dengan alat penyiraman rumput otomatis hingga sistem drainase anti banjir (zero run-off). “Kalau rumput imitasi digunakan di Lapangan ABC untuk latihan atau pemanasan, itupun kualitas rumput imitasi terbaik,” papar Basuki.

    Renovasi SU GBK menelan biaya sampai Rp 769,7 miliar, yang dikerjakan sejak Agustur 2016 lalu oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa Kerjasama Operasi (KSO). Adapun konsultan manajemen konstruksi pada proyek ini adalah PT Deta Decon dan PT Multi Karadiguna Jasa KSO dengan nilai kontrak Rp 10,2 miliar.