ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Hingga akhir kuartal II 2017, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tumbuh sebesar 19% secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama BTN, Maryono membenarkan, mayoritas penyaluran kredit perseroan masih berasal dari penyaluran KPR dan kredit konstruksi. “Sampai bulan Juni stabil di antara 19% sampai 20%. Masih on the track,” ujar Maryono saat ditemui, di Jakarta, baru-baru ini.

Jika menggunakan asumsi pertumbuhan 19% sampai 20%, artinya hingga bulan Juni 2017 BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 162,87 triliun.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, pertumbuhan KPR khususnya KPR subsidi mengalami peningkatan sebesar 25% hingga 30% secara yoy. “Sementara non subsidi masih di bawah itu,” kata Maryono lagi.

Selain penghimpunan dana, sampai dengan bulan Juni 2017 Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mengalami peningkatan sebesar 18% hingga 19% dibandingkan bulan Juni 2016. Memakai asumsi realisasi DPK Juni 2016, artinya hingga kuartal II 2017 BTN membukukan DPK sekitar Rp 147,23 triliun hingga Rp 148,47 triliun.

Sementara itu, pameran Indonesia Properti Expo yang berlangsung pada 12 – 20 Agustus 2017 mendatang, diharapkan mampu mendongkrak penyaluran KPR. Apalagi, pelonggaran aturan loan to value (LTV) sangat berperan pada kredit properti.

Alasan itulah yang membuat kalangan perbankan merasa optimis pertumbuhan penyaluran KPR akan jauh lebih meningkat. Selain itu, perbankan pemain KPR juga berani menjamin pertumbuhan KPR hingga dua digit di tahun 2017.

“Dikalangan perbankan itu mentargetkan pertumbuhan KPR bisa meningkat secara signifikan hingga Agustus nanti,” ungkap pengamat properti Toerangga Putra, kepada INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, sejak relaksasi LTV dikeluarkan Agustus 2016 lalu, penyaluran KPR terus meningkat serta mampu mencetak pertumbuhan bulanan dua kali lipat. Selain karena LTV, masih dikatakan Toerangga Putra pendiri portal berita properti dan investasi tersebut, bahwa KPR tumbuh juga karena strategi harga. “Demi memenuhi target, dikalangan perbankan juga akan menerapkan strategi cross selling,” katanya.

Bank penyalur KPR tersebut juga akan meningkatkan kerjasama pemasaran dengan pedagang perantara atau broker properti. “Seperti yang dilakukan sejumlah bank lain, pihak managemen akan menerapkan strategi, yaitu melalui sisi suku bunga dan kemudahan proses,” jelas Toerangga.