• Inapex

    Agar Tidak Ribet Saat Ajukan KPR? Begini Langkahnya

  • Oleh
  • Senin, 04 Des 2017
  • Pilihan Terbaik, Membeli Atau Menyewa Rumah?

    Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id –  Agar tidak ribet saat ajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), berbagai cara bisa dipersiapkan untuk kemudahan selanjutnya. Apalagi, saat ini Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus berharap kemudahan layanan ketika pengajuan KPR untuk hunian yang tak jauh dari transportasi seperti Kereta Commuter Line (KCL).  Apalagi, sebagian besar orang hanya berpenghasilan kecil yang tentu saja mengincar rumah subsidi dengan jumlah sangat terbatas di kawasan itu.

    Umumnya masyarakat mencari informasi perumahan subsidi melalui internet atau lebih mudahnya mendatangi pameran properti seperti pada event Indonesia Properti Expo (IPEX). Kemudian bagaimana langkahnya?

    TINJAU LOKASI HUNIAN

    Langkah awal, yaitu harus mendatangi langsung pihak pengembang perumahan subsidi serta meninjau lokasi hunian tersebut. Selanjutnya, hasil survey ini bisa dijalankan sebelum mengajukan booking fee di tempat pameran atau sesudah, tergantung pada pengetahuan Anda tentang wilayah ini.

    Jika terlalu ragu dengan lokasinya, lebih baik lakukan ini sebelum booking fee, pastikan unit yang tersedia masih banyak agar tidak kehabisan. Dalam tahap ini Anda wajib mengecek kondisi pengembang dalam hal legalitas diantaranya rekam jejak pengembang yang baik, sertifikat tanah, dan surat izin mendirikan bangunan.

    Jika tertarik dengan rumah dan lingkungannya, hari selanjutnya bisa datang kembali dengan membawa dokumen-dokumen penting seperti KK, NPWP, KTP pemohon dan pasangan (bila sudah menikah), buku nikah (bagi yang sudah menikah), dan juga rekening koran.

    Semua dokumen ini dibutuhkan untuk mengisi Surat Pemesanan Rumah (SPR) yang akan dipandu oleh pihak pengembang. Calon pembeli juga akan ditanya tentang kondisi finansial seperti: jenis pekerjaan pemohon dan pasangan, lokasi bekerja, apakah memiliki cicilan, apakah pernah mengalami kredit macet, lama bekerja, dan apakah telah memiliki rumah.

    Baca Juga :
    Jelang Pergantian Tahun 2018, KPR Diprediksi Tumbuh Hingga 22%

    Semua pertanyaan ini adalah simulasi awal yang nantinya akan ditanyakan kembali oleh pihak bank saat wawancara. Maka dari itu, calon pembeli disarankan menjawab jujur dan tak direkayasa. Sebab, sebelum melakukan booking fee, pengembang akan melihat keseriusan dari niat calon pembeli.

    DATANGI PENYEDIA KPR SUBSIDI

    Langkah selanjutnya yakni datang ke bank penyedia KPR subsidi. Ada delapan bank nasional pelaksa KPR subsidi diantaranya Bank Tabungan Negara, Bank Tabungan Negara Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Artha Graha, dan Bank Mayora.

    Jika Anda mendatangi pameran Indonesia Property Expo di JCC Senayan, Jakarta yang biasa digelar secara reguler, tidak perlu melakukan hal ini. Sebab, bank yang digunakan tentu saja bank BTN dan BTN Syariah yang bunganya sangat rendah.

    WAWANCARA BANK

    Anda harus menunggu kabar dari pengecekan BI Checking yang dilakukan oleh para analis bank yakni menyelidiki rekam jejak kondisi finansial calon pembeli. Jika proses BI Check selesai dan calon pembeli dinyatakan aman, selanjutnya calon pembeli akan melalui proses kedua yakni wawancara oleh pihak bank.

    Wawancara oleh pihak bank, dalam tahap ini calon pembeli akan ditanyai sejumlah pertanyaan yang sebelumnya pernah ditanyakan oleh pihak pengembang di tahap pengisian persyaratan administrasi.

    Perlu diketahui, pada dasarnya fokus penilaian oleh perbankan ialah status pekerjaan dari calon pembeli. Dalam ketentuan yang biasa digunakan selama ini, calon pembeli harus berstatus pekerja dengan penghasilan sekitar Rp.800 ribu – Rp.4 juta dan belum mempunyai rumah. Usai wawancara selesai, bank akan butuh waktu selambat-lambatnya dua minggu hingga satu bulan untuk memberi keputusan, apakah pengajuan KPR subsidi Anda ditolak atau diterima.

    Selamat Mempunyai Rumah Impian!