Tertarik tinggal di Apartemen? Swarnabumi Murah dan Ada Dimana-mana
Booth PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) di pameran Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Proyek apartemen yang memiliki tiga menara di Surabaya Jawa Timur ini tak hanya dengan ketinggian 51 lantai, namun juga dibanjiri oleh para pemesan.

Oleh karena itu, tidak heran jika apartemen yang dijuluki Arundaya Surabaya persembahan dari PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) tersebut bisa meyakinkan para konsumen properti hingga unitnya sudah sold out hingga 35%.

“Sekarang ini sudah ada pemesanan 465 unit atau setara dengan 35% dari 1.330 unit yang tersedia dari menara A. Hal ini menunjukkan besarya kepercaayaan masyarakat Surabaya atas kehadiran Arundaya dan juga Kopelland,” kata Direktur Utama Kopelland Bogi Aditya, di Jakarta, belum lama ini.

Kopelland adalah anak usaha Koperasi Pegawai dan Pensiunan Bulog Indonesia (Kopelindo). Proyek Arundaya Surabaya bergulir setelah Kopelland mengakuisisi lahan di kawasan Jalan Soekarno MERR (Midle East Ring Road) II Surabaya di atas lahan seluas 1,2 hektare (ha).

Menurut Bogi, The Ayrundaya Surabaya akan meningkatkan portofolio investasi Kopelland pada 2017 menjadi empat lokasi, yaitu di Bekasi, Tangerang, Bandung, dan Surabaya. Dari keempat proyek itu total apartemen yang disediakan mencapai lebih 10.000 unit dengan potensi nilai pasar lebih dari Rp4 triliun. “Konstruksi semua proyek tersebut dijadwalkan rampung dalam tiga tahun kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan dan memudahkan konsumen memiliki apartemen, Kopelland menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN), khususnya dalam rangka penyaluran kredit pemilikan apartemen (KPA). “Pemilihan BTN sebagai Mitra Kopelland karena bank ini memiliki jaringan luas dan spesilaisasi dalam sektor properti terutama untuk rumah dan apartemen,” kata Bogi.

Direktur Consumer Banking Bank BTN Handayani mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah kerjasama tersebut. “Memilih bank BTN itu sudah tepat karena kami merupakan salah satu bank BUMN terbaik,” katanya.

Selain itu, terkait kondisi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak, ternyata tak berdampak dipasar properti Indonesia. Bahkan fakta itu terjawab pada transaksi kredit pemilikan rumah (KPR) Bank Tabungan Negara (BTN) yang melampaui target di ajang Indonesia Properti Expo 2017.

Direktur Consumer Banking BTN, Handayani mengakui, targetnya adalah Rp 5 triliun, sedangkan hasil dari pameran properti selama 11-19 Februari 2017 melampaui angka tersebut.

“Ketika mengawali pembukaan kemarin, bahwa Pak Direktur Utama mentargetkan untuk bisa mencapai angka 5 triliun, dan saya dengar per Jam 2 tadi siang sudah terpecahkan rekor tersebut. Untuk itu saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung acara Indonesia Properti Expo karena kita bisa tembus rekor 5 triliun melewati dalam waktu 9 hari,” kata Handayani saat ditemui di arena pameran, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dikatakan Handayani, mengenai izin prinsip serta transaksi KPR bisa terus ditingkatkan lagi. “Tentu semua harapannya mengenai izin prinsip maupun minat untuk membeli bisa betul-betul menjadi KPR dan KPA ke Bank BTN bukan bank yang lain,” tambahnya.

Handayani mengatakan, moment tersebut sebagai prestasi yang patut mendapat apresiasi. “Jadi tentu moment ini merupakan prestasi yang luar biasa, mengawali awal tahun, disusul dengan mement program lagi dibulan-bulan selanjutnya dengan titik Agustus kita akan menyelenggarakan expo juga tentu tetap bersama Adhouse jadi tentunya developer harus segera register jauh-jauh hari karena peminatnya terus bertambah,” katanya.